Minggu, 27 Februari 2011

everything i do - bryan adams

Look into my eyes – you will see
What you mean to me
Search your heart – search your soul
And when you find me there you’ll search no more

Don’t tell me it’s not worth tryin’ for
You can’t tell me it’s not worth dyin’ for
You know it’s true
Everything I do – I do it for you

Look into your heart – you will find
There’s nothin’ there to hide
Take me as I am – take my life
I would give it all – I would sacrifice

Don’t tell me it’s not worth fightin’ for
I can’t help it – there’s nothin’ I want more
Ya know it’s true
Everything I do – I do it for you

There’s no love – like your love
And no other – could give more love
There’s nowhere – unless you’re there
All the time – all the way

Oh – you can’t tell me it’s not worth tryin’ for
I can’t help it – there’s nothin’ I want more
I would fight for you – I’d lie for you
Walk the wire for you – ya I’d die for you

Ya know it’s true
Everything I do – I do it for you

KUTIPAN

A. PENGERTIAN

Kutipan adalah pengambilan alihan satu kalimat atau lebih dari karya tulisan lain untuk tujuan ilustrasi atau memperkokoh argument dalam tulisan itu sendiri. Kutiupan sering di pakai dalam penulisan karya ilmiah. Bahan-bahan yang dimasukkan dalam kutipan adalah bahan yang tidak atau belum menjadi pengetahuan umum, hasil-hasil penelitian terbaru dan pendapat-pendapat seseorang yang tidak atau belum menjadi pendapat umum. Jadi,pendapat pribadi tidak perlu dimasukkan sebagai kutipan.

kutipan di bagi dua jenis, yang langsung dan tidak langsung .

ABSTRAKSI

A. PENGERTIAN
Abstraksi adalah deskripsi dari suatu masalah pada level generalisasi tertentu, sehingga memungkinkan kita untuk berkonsentrasi pada aspek kunci dari masalah tersebut tanpa memperhatikan hal-hal detail

Abstraksi dapat membantu kita untuk fokus pada hal-hal penting dari suatu masalah
Abstraksi melibatkan pengindentifikasian kelas-kelas (classes) dari suatu object, sehingga memungkinkan kita menggroupkannya. Dengan cara tersebut kita bekerja dengan sedikit parameter/variabel dari kelas-kelas yang ditinjau.

Contoh :
• Monitoring : berbagai macam sistem monitoring
• Ban sepeda : sepeda balap, sepeda gunung
• Mobil : sedan, jeep, wagon, truk, dll

Ciri-ciri abstraksi :
1. Abstraksi merupakan sebuah ringkasan dari hasil penelitian.
2. Abstraksi ditulis satu spasi, jumlah +/- 10 sampai dengan 200 kata (1halaman).
3. Abstraksi berisikan pertanyaan dan tujuan penelitian, metode analisis, dan penutup.



B. TINGKATAN-TINGKATAN

1. Abstraksi data

Abstraksi data merupakan tingkatan atau level bagaimana melihat data dalam sebuah sistem basis data. 3 level abstraksi data, yaitu:

- Level fisik (Physical level)
Pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan data nya sendiri, dan berkompeten dalam mengetahui bagaimana representasi fisik dari penyimpanan atau pengorganisasian data (Teks, angka, himpunan bit data, dan lain-lain).

- Level logik / konseptual (Conseptual level)
Menggambarkan data apa yang sebenernya (secara fungsional) disimpan dalam basis data dan hubungannya dengan data yang lain.

- Level penampakan (View level)
Untuk pemakai yang hanya membutuhkan sebagian data atau informasi dalam basis data yang kemunculannya dimata pemakai diatur oleh aplikasi n-user.

2. Abstraksi sistem

Merupakan sebuah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Misalnya sistem teologia yaitu sebuah sistem yang berupa pemikiran-pemikiran hubungan antara manusia dengan Tuhan.

3. Abstraksi fungsional

Abstraksi fungsional mengacu pada fungsi yang dapat di gunakan terlepas dari bagaimana fungsi di jalankan. Cara mengakses kemajuan dalam abstraksi fungsional, akses ke fungsi adalah disediakan melalui interface tertentu diatur untuk memanggil fungsi. Komponen mengimplementasikan satu fungsi, misalnya fungsi matematika. Pada intinya interface merupakan fungsi itu sendiri.

4. Pengelompokan kasual

Komponen merupakan sekumpulan entitas yang berhubungan longgar (loosely related) yang mungkin berupa deklarasi data, fungsi dan sebagainya. Interface terdiri dari nama semua entitas pada pengelompokan tersebut.

5. Abstraksi cluster

Komponen merupakan sekumpulan kelas yang berhubungan yang bekerja sama. Kelas – kelas ini terkadang dinamakan kerangka kerja. Interface merupakan komposisi semua interface dari objek-objek yang membangun kerangka kerja tersebut.

PEMANASAN GLOBAL

Di era globalisasi saat ini, bumi kita semakin panas, Berbeda dengan dahulu, Banyak daerah yang masih segar udara nya, sedikit polusi udara dan lain sebagai nya. Banyak hal- hal yang mempengaruhi pemanasan global, seperti polusi udara, penebangan-penebangan hutan secara liar, dll.

Tidak hanya hal teresebut yang mempengaruhinya, seperti pemakaian body spray, secara tidak kita ketahui hal tersebut dapat menipiskan lapisan ozon yang akhirnya dapat membahayakan bumi kita. Kaca mobil pun yang member pantulan sinar matahari ke lapisan ozon dapat membuat nya semakin tipis. Sehingga membuat suhu di bumi kita ini semakin panas.

Seperti hal-hal yang kita bicarakan diatas, disinilah penjelasan tentang pemanasan global itu sendiri. Pemanasan global adalah kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi.

Inilah dampak dari pemanasan global :

*Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne diseases).
*Perubahan cuaca dan lautan dapat berupa peningkatan temperatur secara global (panas) yang dapat mengakibatkan munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian, terutama pada orang tua, anak-anak dan penyakit kronis.
*Degradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah pada sungai juga berkontribusi pada waterborne diseases dan vector-borne disease.

Minggu, 19 Desember 2010

Gejala-gejala bahasa yang timbul dalam kehidupan sehari-hari.

Di zaman era globalisasi sekarang ini, banyak gejala-gejala bahasa yang timbul di dalam kehidupan kita sehari-hari. Begitu banyaknya bahasa-bahasa baru yang belum tentu kita tahu artinya saat mengucapkannya. Banyak contoh kata yang pada umumnya sering di ucapkan anak-anak muda di zaman sekarang ini, misalnya seperti alay, jayus, jomblo , garing, dan lain sebagainya.

Di artikel kali ini kita akan membahas tentang beberapa asal usul dari kata-kata tersebut, kenapa kata-kata tersebut bisa masuk kedalam bahasa keseharian kita.

*asal usul kata “alay” :
Alay adalah singkatan dari anak layangan. Dominannya, istilah ini untuk menggambarkan anak yg merasa dirinya keren padahal malah sebaliknya atau bisa dibilang sok keren, secara fashion, karya (musik) maupun kelakuan secara umum. Konon asal usulnya, alay diartikan “anak kampung”, karena anak kampung yang rata-rata berambut merah dan berkulit sawo gelap karena kebanyakan main layangan.

*asal usul kata “jayus” :
kata ini artinya lawakan yang nggak lucu, garing atau tingkah laku yang mau ngelucu tapi nggak lucu .
orang yang mengucapkan ini adalah kelompok anak SMU yang bergaul di kita! ran Kemang, konon ada
seseorang bernama Herman Setiabudhi, dia dipanggil temen-temennya Jayus, soalnya Bapaknya bernama Jayus Kelana seorang pelukis di kawasan Blok M. Si Herman alias Jayus ini kalau ngelawak nggak pernah lucu, temannya yang bernama Sonny Hassan alias Oni Acan sering ngomentarin tiap lawakan yang nggak lucu dengan celetukan Jayus, ucapan Oni Acan inilah yang kemudian diikuti tongkrongannya di daerah Sajam, Kemang lalu kemudian merambat populer di lingkungan PL, dan anak-anak SMU sekitar Melawai. Puncaknya pas ada acara PL Fair2000 kata-kata Jayus ini banyak di ucapkan.

*asal usul kata “jomblo” :
menurut Kamus Bahasa Indonesia sehari hari awal mula kata Jomblo adalah “Jomlo” –tanpa menggunakan huruf b- yang artinya perempuan tua. Entah kenapa akhirnya mengalami metamorfsis dan berubah menjadi jomblo serta mengalami perpanjangan arti yaitu laki laki dan perempuan yang belum punya pasangan hidup walaupun sudah cukup umur. Kata orang sunda mah, “sorangan bae” .
Metamorfosis itu ternyata tidak hanya perubahan istilah dari jomlo menjadi jomblo. Sekarang Jomblo tidak dianggap aneh dan sememalukan lagi seperti dulu. Ada juga sih yang memandang jomblo itu secara negatif dengan curiga dan sinis. Tapi karena dampak modernisasi, kesibukan semakin padat sehingga orang jadi tak mau repot memikirkan pasangan hidup.
Bisa jadi karena perbedaan jumlah antara cewek dan cowok sudah sedemikian lebar, selebar jurang pemisah antara si kaya dan si miskin di negeri ini. Mungkin satu berbanding tiga atau bahkan empat. Jadi makin banyak orang yang nge-jomblo, orang lain pun jadi biasa pula memandang jomblo.

*asal usul kata “narsis” :

Narsisme atau Narsis artinya adalah perilaku memperhatikan diri sendiri secara berlebihan. Konon dalam dongeng masyarakat Yunanni kuno, hiduplah seorang pemuda yang bernama Narsis. Narsis adalah putra dari Dewa dan Bidadari. Orangnya tampan, namun kaku, cuek, dan angkuh.

Rabu, 24 November 2010

RESENSI NOVEL "POSITIF"

Judul buku : Positif
Tebal buku : 235 lembar
Harga : Rp. 27.500-,
Pengarang : Maria Silvi
Penerbit : Jogja Bangkit Publisher
Peresensi : Frisky Friendly SM

*Synopsis novel “Positif” :

Kesibukkan di Rumah Sakit sangatlah tak ada habisnya, para Dokter dan suster selalu siap siaga untuk membantu para pasien. Setiap dokter pastilah harus memegang teguh “sumpah dokter” atau biasa disebut “sumpah hipocrates”.

Novel ini berceritakan tentang HIV AIDS dan ODHA . Beserta pandangan para dokter ahli tentang bagaimana cara merawat para ODHA, agar mereka bisa merasa lebih dihargai.

Tepat berada di sebuah Rumah Sakit yang dimana terdapat seorang dokter muda bernama Glad. Dia cantik, pintar, dan mempunyai keluarga yg bahagia. Glad begitu sempurna selain punya segalanya Glad juga mempunyai tunangan bernama Dean. Dean sangat menyayangi Glad, tapi dibalik itu semua satu yang menjadi kekurangan Glad. Bagaimana cara Glad memandang ODHA yang menginap HIV positif. Menurut Glad seseorang yg menginap HIV positif sangatlah menjadi sampah masyarakat, mereka menjijikan, dan Glad tak mau hanya karena mengobati mereka Glad bisa tertular penyakit itu.
Dalam hal ini Glad sangatlah bodoh, tak ingatkah dia saat mengucapkan “sumpah hipocrates” ? Dimana seorang dokter harus memberi yang terbaik untuk para pasien nya .

Tapi suatu hari Glad mendapatkan hal yang berbeda tentang persepsi seorang ODHA, semua itu ia dapatkan dari seorang ODHA yang aktif dalam organisasi para ODHA yang bernama Rendi.
Sampai akhirnya Glad pun mendapat musibah, karena dia tahu ternyata Dean kekasihnya yg sangat sempurna itu menyayangi Glad karna ia seorang dokter yang cantik, dan pintar. Semua Dean lakukan untuk mengangkat derajat keluarganya yang kaya raya itu. Tapi karena Glad lebih cinta dengan profesi nya yang mulia dan menolak permintaan orang tua Dean yang dimana menginginkan Glad untuk menjadi dokter kecantikan.

Akhirnya Glad lambat laun menyimpan rasa cinta ke Rendi yang seorang ODHA itu, dia menerimanya dan lalu menikah dengan Rendi, dengan berbagai perjuangan yang mereka lewati bersama. Dua tahun berlalu dan akhirnya Glad dan Rendi memiliki seorang anak, dengan HIV negative.

*kelebihan dan kekurangan :
dalam novel ini alur cerita nya sangat baik, mengharukan dan sangat bermanfaat untuk pembelajaran. Tapi ada beberapa kata-kata kedokteran yang tak ada penjelasan lebih detailnya, sehingga orang-orang awam yang tak tahu dengan dunia kedokteran agak sedikit bingung.

*saran :
saran untuk novel ini lebih di lampiran keterangan yang agak lbh detail tentang penjelasan-penjelasan kata-kata kedokteran yang terlampir dalam novel ini.

Selasa, 02 November 2010

PERUBAHAN KATA BAKU DALAM PENULISAN DAN PERCAKAPAN

Didalam bahasa Indonesia terdapat kata-kata yang memang sudah ada aturan nya masing-masing, yang biasa di sebut kata baku. Akan tetapi ada juga beberapa atau banyak kata-kata yang keluar dari aturan nya tersebut, dan biasa di sebut dengan kata tidak baku / non baku. Banyak faktor yang mempengaruhi adanya perbedaan-pebedaan tersebut, salah satunya adalah faktor dari lingkungan. Faktor ini sangat mempengaruhi karena bila kehidupan sehari-hari berada di dalam lingkungan tersebut maka secara tidak langsung dialek masyarakat sekitarnya akan mempunyai perbedaan dengan masyarakat yang ada di daerah lain.

Dalam kehidupan, kita dapat menggunakan bahasa baku dan tidak baku akan tetapi perlu kita perhatikan tempat dan kesempatan atau kita melihat kondisi di sekitar kita. Permisalan apabila kita sedang berada di suatu acara yang resmi, atau dalam suatu yang ilmiah kita dapat menggunakan ragam bahasa baku. Dan bahasa yang santai atau tidak baku dapat kita pakai dalam menulis tulisan pribadi atau dalam pergaulan sehari-hari.
Untuk mengetahui perbedaan-perbedaan antara bahasa baku dan tidak baku kita harus mengetahui cirri-ciri dari masing-masing bahasa tersebut.

CIRI-CIRI BAHASA BAKU :
Yang dimaksud dengan bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok, yang diajukan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa ini lazim digunakan dalam:

1. Komunikasi resmi, yakni dalam surat menyurat resmi, surat menyurat dinas, pengumuman-pengumuman yang dikeluarkan oleh instansi resmi, perundang-undangan, penamaan dan peristilahan resmi, dan sebagainya.

2. Wacan teknis seperti dalam laporan resmi, karang ilmiah, buku pelajaran, dan sebagainya.

3. Pembicaraan didepan umum, seperti dalam ceramah, kuliah, pidato dan sebagainya.

4. Pembicaraan dengan orang yang dihormati dan sebagainya.

PENGGUNAAN KATA-KATA BAKU :
Masuknya kata-kata yang digunakan adalah kata-kata umum yang sudah lazim digunakan atau yang perekuensi penggunaanya cukup tinggi. Kata-kata yang belum lazim atau masih bersifat kedaerahan sebaiknya tidak digunakan, kecuali dengan pertimbangan- pertimbangan khusus. Misalnya:

Bahasa Baku - Bahasa Tidak Baku :
- cantik sekali - cantik banget
- masih kacau - masih sembraut
- uang - duit
- tidak mudah - enggak gampang
- diikat dengan kawat - diikat sama kawat
- bagaimana kabarnya - gimana kabarnya

PENGGUNAAN EJAAN RESMI DALAM RAGAM TULISAN :
Ejaan yang kini berlaku dalam bahasa Indonesia adalah ejaan yang disebut ejaan bahasa Indonesia yang disempurnakan (singkat EyD) EyD mengatur mulai dari penggunaan huruf, penulisan kata, penulisan partikel, penulisan angka penulisan unsur serapan, sampai pada penggunaan tanda baca. Misalnya:

Bahasa Baku - Bahasa Tidak Baku :
- bersama-sama - bersama2
- melipatgandakan - melipat gandakan
- pergi ke pasar - pergi kepasar
- ekspres - ekspres, espres
- sistem – sistim

PENGGUNAAN LAFAL BAKU DALAM RAGAM LISAN :

Hingga saat ini lafal yang benar atau baku dalam bahasa Indonesia belum pernah ditetapkan. Tetapi ada pendapat umum bahwa lafal baku dalam bahasa Indonesia adalah lafal yang bebas dari ciri-ciri lafal dialek setempat atau lafl daerah. Misalnya:

Bahasa Baku - Bahasa Tidak Baku :
- atap - atep
- menggunakan - menggaken
- pendidikan - pendidi’an
- kalaw - kalo,kalo’
- habis - abis
- dengan - dengen
- subuh - subueh
- senin - senen
- mantap - mantep
- pergi - pigi
- hilang - ilang
- dalam – dalem

Jadi kesimpulannya adalah Bahasa baku adalah salah satu ragam bahasa yang dijadikan pokok ajuan, yang dijadikan dasar ukuran atau yang dijadikan standar. Ragam bahasa baku bahasa Indonesia memang sulit untuk dijalankan, atau yang digunakan karena untuk memahaminay dibutuhkan daya nalar yang tinggi.